Jumat, 25 Oktober 2013

Saya Bidan, Anda??



Apa Itu Bidan?

Pengertian bidan dan bidang praktiknya secara internasional telah diakui oleh Internasional Confederation of Midwives (ICM) pada tahun 1972,  pada pertemuan dewan di Kobe tahun 1990, ICM menyempurnakan definisi tersebut yang kemudian disahkan oleh FIGO (1991) dan WHO (1992). Kemudian pada tanggal 19 Juli 2005, ICM memperbarui kembali definisi bidan. Secara lengkap definisi bidan adalah:

“ Bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan, yang diakui oleh negara tampat ia tinggal, dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait kebidanan serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan/atau memiliki izin formal untuk praktek bidan.”

Bidan dikenal sebagai professional yang bertanggung jawab yang bekerja sebagai mitra perempuan dalam memberikan dukungan yang diperlukan, asuhan dan saran selama kehamilan, periode persalinan, dan postpartum, melakukan pertolongan persalinan di bawah tanggung jawabnya sendiri, serta mamberikan perawatan pada bayi yang baru lahir dan bayi. Asuhan ini termasuk tindakan pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anaknya, akses untuk perawatan medis / pertolongan semestinya lainnya, serta pemberian tindakan kedaruratan.

Bidan memiliki tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya untuk wanita tetapi juga keluarga dan masyarakat. Tugas ini meliputi pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua dan dapat meluas hingga kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau reproduksi, dan perawatan anak. Bidan dapat praktik di mana saja termasuk di rumah, masyarakat, rumah sakit, atau unit kesehatan.

Tugas, tanggung jawab, dan kewenangan profesi bidan telah diatur dalam beberapa peraturan dan Keputusan Menteri Kesehatan. Peraturan dan Keputusan Menteri Kesehatan khususnya dalam rangka menurunkan angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Perinatal (AKP), pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan ibu hamil, pelahiran, nifas yang aman, pelayanan keluarga berencana (KB), pelayanan kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya.

Ayo menjadi penyelamat seluruh wanita dimaya pada :)

Scoliosis?? No Problem :)

Pasti sebagian temen-temen juga udah pada tau ya scoliosis itu apa. tapi buat yang belum tau, nih tika kasih infonya..

Satu masalah tulang belakang yang sering tidak kita sadari atau hiraukan adalah skoliosis atau kelainan tulang belakang yang berubah bentuk dari lurus menjadi melengkung, yang cenderung berbentuk huruf 'S'.

Penelitian menyebutkan, skoliosis lebih banyak ditemukan pada kaum wanita. Hal ini disebabkan tulang belakang wanita lebih lentur daripada pria. Sebaliknya, pria memiliki tulang punggung yang lebih tebal. Hingga saat ini belum ditemukan penyebab jelas skoliosis. Hampir 80% kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya.

Menurut dr. Dyah Ayu, Sp.RM scoliosis biasanya ditemukan pada usia remaja dan paling banyak ditemukan pada remaja perempuan. salah satunya Tika sendiri. Tapi guys.. Tika cuma mau kasih tau kalau kalian ada keluhan sakit di bagian tulang belakang saat bawa barang yang berat dan terus-menerus lalu kalau kalian merasa bahu kalian gak simetris coba deh diperiksain ke dokter orthopedi. Scoliosis itu kalau dibiarkan bisa fdatal loh akibatnya.. Bisa mempengaruhi postur tubuh kita dan kalau semakin parah bisa mengganggu fungsi paru kita.

Tika mulai sadar terkena scoliosis itu waktu kelas 2 SMA setelah mengalami satu kecelakaan, keluhannya kaya yang tika tadi sebut guys. akhirnya tika coba periksa ke dokter, dan ternyata benar tika kena scoliosis. 

Scoliosis itu kan keadaan tulang yang melengkung guys, dan lengkungan tulang itu punya ukuran derajat.setelah diperiksa dengan serangkaian prosedur (rontgen, dll) derajat lengkung Tika yaitu 21 derajat, dan itu udah masuk tingkat medium. Awalnya Tika sempet putus asa, tapi dokter yakinin Tika buat sembuh dan kasih pilihan metode penyembuhan. salah satunya dengan pakai "boston brace", nih kaya gambar disebelah. boston brace ini berguna untuk menopang badan dan mengembalikan postur tubuh ke keadaan normal, sekarang Tika udah kuliah tingkat satu, nah berarti udah sekitar 2,5 tahun Tika pakai alat ini, alat ini dipake 24 jam dan rasanya nyaman kok. oia alat ini keras dan kaku guys, kerasnya kaya tulang. tapi terbuatnya dari bahan fiber bukan tulang.. hehe. 

Naah selain pake boston brace, Tika juga harus terapi seminggu 2 kali di fisioterapi biar makin cepet sembuhnya, biasanya setiap kali terapi tika dikasih 3 tindakan, yaitu (massage, SWD, Ultra Sound).

Buat temen-temen sesama pasien scoliosis atau yang baru terkena, tenang aja.. Scoliosis gak akan ngalangin kita buat beraktivitas kok. Kita tetep bisa lakuin apa aja yang kita mau kaya teman yang lain. tapi.. Tetap dijaga yah jangan sampai melakukan aktivitas yang terlalu ekstrim karena kita masih dalam tahap pemulihan. Kalau Tika bisa, kenapa kalian gak??

See you later guys :)